Ulama dari 3 negara akan meninjau ketenangan di Afghanistan di Jakarta

Ulama dari 3 negara akan meninjau ketenangan di Afghanistan di Jakarta

Ulama dari 3 negara akan meninjau ketenangan di Afghanistan di Jakarta

Salah satu hasil dari Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang bekerja di Afghanistan adalah kontrak mengenai strategi pelaksanaan Pertemuan Kabul berikutnya di Indonesia. “Pertemuan para ilmuwan dari 3 negara, khususnya Indonesia, Afghanistan dan juga Pakistan akan disimpan di Indonesia, disiapkan pada bulan Maret. Akan dibentuk sekali lagi bahwa ulama yang akan ambil bagian, masing-masing 15 orang,” kata JK di Kabul

Saat menghadiri dan menjadi pembicara dalam forum Konferensi Proses Kabul, Wakil Presiden JK menyatakan kesiapannya untuk menangani pertemuan berikutnya. “Saya berada di sini pada pertemuan ini dan menyatakan komitmen Indonesia terhadap proses ketenangan di Afghanistan,” katanya mengenai keberadaan 28 agen negara yang berpartisipasi dalam konferensi yang berlangsung di Istana Haram Sarai, Kabul.

Ulama dari 3 negara akan meninjau ketenangan di Afghanistan di Jakarta

Seminar yang dibuka oleh Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, Wakil Presiden JK mengatakan bahwa untuk Indonesia, pertemuan ini sangat penting dalam proses perdamaian di Afghanistan. Perselisihan diperpanjang lebih dari 40 tahun, negara bagian JK, sangat membuat pengalaman orang lain. “Merobek persatuan masyarakat sekaligus menghalangi kemajuan sosial dan ekonomi. Karena konflik tidak pernah menguntungkan siapapun,” katanya.

Afghanistan, Wakil Presiden JK menggariskan persatuan di Indonesia di depan pertemuan individu. Dia menjelaskan, sebagai negara dengan lebih dari 700 kelompok etnis dan juga 340 bahasa daerah, Indonesia telah mengalami beberapa kesulitan dan juga konflik sebagai negara yang pluralistik. “Alhamdulillah, kita memiliki kemampuan untuk mengatasi tantangan dan konflik tersebut dan juga kita diakui untuk berbagi pengalaman ini,” ia menjelaskan.

Wakil Presiden JK mengatakan bahwa perdamaian harus diusahakan termasuk menciptakan ikatan penghitungan dalam bermain Agen Bola Indonesia – Agen Bola – Agen Bola Resmi di antara orang-orang dengan cara apapun derajat. Selain itu, ini juga membangun dedikasi yang kuat dan solid dari semua aspek masyarakat, untuk mempromosikan konsep saling menghargai, memahami dan juga membangun diskusi.

Perdamaian Afghanistan Harga Mati !!!

JK menyebut, inklusivitas dalam membangun perdamaian sangat penting. Setiap orang Afghanistan adalah elemen penting dan juga harus menjadi bagian dari pemulihan. “Suara setiap orang Afghanistan seharusnya terdengar, sama sekali tidak ada yang sepi, semua suara disimak, karena inklusivitas menanamkan rasa memiliki serta berbagi tanggung jawab untuk perdamaian dan juga pembangunan perdamaian,” wakil presiden tersebut mengklaim.

Selanjutnya, Wakil Presiden JK mengklaim bahwa apa yang lebih penting dalam mengembangkan perdamaian adalah untuk meningkatkan kepercayaan diri masyarakat dan juga kepercayaan terhadap proses itu sendiri. “Ini adalah ramuan penting untuk perdamaian yang tahan lama,” katanya Ulama dari 3 negara akan meninjau ketenangan di Afghanistan di Jakarta.

Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di planet ini, Wakil Presiden mengklaim, Indonesia sangat menyadari peran penting ulama dalam menjaga ketenangan dan juga penyelesaian. Akibatnya, proposisi untuk membawa ulama tripartir langsung ke langkah awal menuju kedamaian Afghanistan.

“Indonesia tanpa ragu menyambut dan menyetujui permintaan Afghanistan untuk menyelenggarakan Konferensi Ulama Internasional Indonesia berpendapat bahwa seminar klerus ini akan menambah perselisihan yang menghancurkan,” katanya.

Dukungan Perdamaian di Indonesia

JK menambahkan, karena di Afghanistan, kelompok pertarungan antara mujahidin dan juga Taliban adalah yang berikutnya berdasarkan Islam, sementara konstitusi Afghanistan dengan kuat memverifikasi negara Islam tersebut. “Jadi bagaimana di antara pemerintah dan juga Taliban dipertemukan kembali oleh ulama,” katanya.

Jadi mengapa Indonesia memilih? JK mengatakan alasannya karena Indonesia adalah negara dengan populasi Muslim berpenduduk banyak. Selain itu, Indonesia dinilai tidak memiliki kepentingan politik atau finansial di Afghanistan. “Jadi Indonesia dinilai cukup adil,” katanya.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi yang pergi bersama JK selama tinggal di Afghanistan termasuk prosedur penyelesaian Afghanistan telah berlangsung cukup lama. Retno mengklaim, sepanjang tahun terus berkomunikasi dengan pemerintah federal Afghanistan. Tahap selanjutnya, komunikasi intensif akan dilakukan dengan para ilmuwan Pakistan.